THE BANDUNG POST — BANDUNG: Di tengah semakin dekatnya anak-anak dengan dunia digital, permainan tradisional Indonesia mendapatkan ruang untuk kembali dikenal dan dimainkan secara langsung.
Momentum tersebut hadir melalui Festival Bermain Anak 2026 di Atrium Hejo, 23 Paskal Shopping Center Bandung, yang berlangsung pada 17–23 Agustus 2026.
Digelar dalam suasana libur Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, festival ini menjadi alternatif aktivitas keluarga yang memadukan permainan, seni, budaya, kreativitas, dan interaksi komunitas.
Mengangkat tema “Nusantara: Menghidupkan Tradisi, Membangun Masa Depan”, kegiatan ini mengajak anak-anak mengenal kekayaan budaya Indonesia melalui cara yang dekat dengan dunia mereka: bermain.
Mengajak Anak Meninggalkan Layar Sejenak
Beragam permainan tradisional menjadi daya tarik utama festival. Anak-anak dapat mengenal dan mencoba permainan seperti congklak, bekel, gasing bambu, cingciripit, serta cato riumeuneng.
Aktivitas tersebut bukan sekadar menghadirkan nostalgia bagi orang tua. Permainan tradisional juga menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai seperti kerja sama, sportivitas, kreativitas, komunikasi dan kebersamaan kepada generasi muda.
Di festival ini, pengalaman bermain dibuat lebih interaktif sehingga anak-anak dapat terlibat secara langsung bersama teman maupun keluarganya.
Selain area permainan, pengunjung dapat mengikuti lomba Agustusan, Amazing Race, lomba mewarnai, peragaan busana, flashmob, serta workshop membuat dan menghias layang-layang.
Nuansa budaya Jawa Barat semakin terasa melalui penampilan Tari Jaipong dan Drama Musikal Barudak Nusantara.

Bandung Jadi Kota Baru Festival “Yuk Main Lagi”
Festival Bermain Anak merupakan program yang telah digagas PlayPlus Indonesia sejak 2017.
Selama bertahun-tahun, kegiatan ini identik dengan penyelenggaraan di Jakarta. Tahun ini, Bandung menjadi kota baru setelah PlayPlus Indonesia berkolaborasi dengan 23 Paskal Shopping Center dan Paradise Indonesia.
Kehadiran festival di Bandung sekaligus membuka ruang lebih luas bagi komunitas lokal untuk terlibat dalam upaya memperkenalkan kembali permainan dan seni tradisional.
Lebih dari 35 komunitas dan 25 kelompok seni pertunjukan tradisional terlibat dalam penyelenggaraan.
Beberapa di antaranya adalah Forum Penulis Bacaan Anak, Kampung Dongeng Kota Bandung, Read Aloud Academia, Sanggar Purbaning Laras, Aksara Rembaka, dan Rangkai Jawa Barat.
Sejumlah narasumber dari berbagai bidang juga hadir, termasuk penulis buku anak dan pegiat literasi Tethy Ezokanzo, pegiat komunitas dan kegiatan sosial Reissa Usadinata, pemimpin komunitas dan pemuda Narasi Jawa Barat Din Muhammad Kausar, serta pegiat kerelawanan Ardelia Clarissa Rahmat.
Dukungan kreator konten dan figur publik seperti Endah Parawansa dan Salma Salsabila turut memberikan warna tersendiri dalam festival.
Permainan Tradisional Punya Nilai Pendidikan
Campaign, Experience, & CRM Manager 23 Paskal Shopping Center, Indra Pratama Wicaksono, mengatakan permainan tradisional merupakan bagian dari warisan yang memiliki nilai sosial dan budaya.
Permainan tersebut, kata dia, tidak hanya mengajarkan cara bermain, tetapi juga menghadirkan cerita, interaksi, dan nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena itu, Festival Bermain Anak diharapkan dapat menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak sekaligus memberikan kesempatan bagi keluarga untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama.
Ketika Mall Menjadi Ruang Budaya
Bagi 23 Paskal Shopping Center, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas fungsi pusat perbelanjaan.
Ruang komersial dapat berkembang menjadi tempat bertemunya keluarga, komunitas dan masyarakat untuk melakukan aktivitas sosial, edukasi, kreativitas, hingga apresiasi budaya.
Festival tersebut juga menjadi bagian dari Paradise Merdeka Bermain, sebuah inisiatif sosial Paradise Indonesia dalam kampanye #BuildingTomorrow.
Program ini dilaksanakan di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Bali, Makassar, dan Batam.
Chief of Corporate Communication Paradise Indonesia, Siti Utami, menyebut destinasi yang dikembangkan perusahaan memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat.
Selain menyediakan ruang berkualitas, destinasi juga dapat menjadi tempat masyarakat berkumpul, belajar, berinteraksi dan membangun keterhubungan.
Gratis Selama Libur Kemerdekaan
Festival Bermain Anak 2026 terbuka untuk masyarakat dan tidak dipungut biaya.
Bagi keluarga yang ingin mengajak anak menikmati pengalaman bermain sekaligus mengenal budaya Nusantara, festival ini dapat dikunjungi pada:
17–23 Agustus 2026
Atrium Hejo, 23 Paskal Shopping Center Bandung
Informasi mengenai jadwal acara serta pendaftaran berbagai lomba dapat diperoleh melalui media sosial PlayPlus Indonesia dan 23 Paskal Shopping Center.
Festival Bermain Anak 2026 menjadi pengingat bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di tengah kehidupan modern.
Karena sebelum anak-anak mengenal dunia melalui layar, mereka terlebih dahulu mengenal dunia melalui permainan. Dan tradisi itu layak untuk terus dihidupkan.***
